Kesenian wayang kulit yang mulai di
tinggalkan.
Kali ini saya akanmembahas tentang kesenian wayang kulit yang
mulai terkikis oleh zaman atau lebih tepatnya di tinggalkan oleh generasi muda
Indonesia.
Wayang kulit merupakan kesenian tradisional jawa tengah yang sudah
ada sebelum agama hindu mulai masuk di Indonesia.Kata wayang berasal dari kata
“wewayang” yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan
pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai
pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu.
Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh
pada kelir.
Wayang kulit
meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni
lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang.
Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke
zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman
filsafat, serta hiburan.
Mengapa kesenian wayang
kulit mulai di tinggalkan?
Mungkin faktor globalisasi juga ikut mempengaruhi keberadaan
wayang kulit yang lama kelamaan mulai menghilang dari dunia hiburan masyarakat.
Misalnya dengan adanya media elektronik, masyarakat di suguhi bermacam macam
hiburan yang tentunya lebih menarik bagi masyarakat khususnya para generasi
muda.
Dan media elektronik tentunya lebih mudah di akses misalnya dengan
menyaksikan televisi atau streaming melalui youtube.
Bayangkan jika kita harus
menyaksikan wayang kulit, biasanya pagelaran wayang kulit diadakan ketika
adanya hajatan atau pesta rakyat di daerah dan satu hal yang pasti wayang kulit
di adakan di tengah malam suntuk lalu biasanya bahasa yang di gunakan adalah
bahasa jawa yang tentunya tidak setiap orang bisa mengerti.
Lalu ada faktor
bahwa menyaksikan pagelaran wayang kulit adalah kampungan atau kolot hal ini
tidak bisa dipungkiri lagi karena para generasi muda khususnya lebih memilih hiburan
yang bersifat modern seperti konser music, standup comedy, bioskop dll.
Solusinya menurut saya adalah:
Masyarakat seharusnya lebih menghargai seni tradisional lokal
tidak hanya wayang kulit melainkan semua kesenian tradisional Indonesia agar
kesenian tradisional kitatidak hilang atu di akui oleh bangsa lain. Pemerintah
juga harus ikut campur dalam urusan pemeliharaan dan pelestarian kesenian
tradisional kita misalnya memasukan kesenian tradisional ke dalam kurikulum
pendidikan nasional seperti pewayangan, tari tarian tradisional, theater
tradisonal dll.
Dengan adanya kurikulum berlandaskan seni tradisional di
harapkan para generasi muda dapat lebih mengenal budaya Indonesia lebih lanjut.
Dan pemerintah juga harus memfasilitasi kesenian tradisional seperti mengadakan
pertunjukan atau pameran kesenian tradisional selain kesenian tradisional kita
dapat lestari hal itu juga dapat membawa nama baik Indonesia ke dunia
internasional melalui keseniaan
tradisionalnya dan tentunya akan mendatangkan keuntungan lainnya berupa
kunjungan para wisatawan dan dapat meningkatkan perekonomian warga.
Mungkin sekian dari saya mohon maaf bila ada kesalahan
TERIMAKASIH
Refrensi: http://cahcepu.com/blog/wayangkulit/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar