Sabtu, 12 Oktober 2013

kebudayaan yang mulai di tinggalkan


Kesenian wayang kulit yang mulai di tinggalkan.

Kali ini saya akanmembahas tentang kesenian wayang kulit yang mulai terkikis oleh zaman atau lebih tepatnya di tinggalkan oleh generasi muda Indonesia. 
Wayang kulit merupakan kesenian tradisional jawa tengah yang sudah ada sebelum agama hindu mulai masuk di Indonesia.Kata wayang berasal dari kata “wewayang” yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. 
Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. 
Wayang kulit meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. 
Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.

Mengapa kesenian wayang kulit mulai di tinggalkan?
Mungkin faktor globalisasi juga ikut mempengaruhi keberadaan wayang kulit yang lama kelamaan mulai menghilang dari dunia hiburan masyarakat. 
Misalnya dengan adanya media elektronik, masyarakat di suguhi bermacam macam hiburan yang tentunya lebih menarik bagi masyarakat khususnya para generasi muda. 
Dan media elektronik tentunya lebih mudah di akses misalnya dengan menyaksikan televisi atau streaming melalui youtube. 
Bayangkan jika kita harus menyaksikan wayang kulit, biasanya pagelaran wayang kulit diadakan ketika adanya hajatan atau pesta rakyat di daerah dan satu hal yang pasti wayang kulit di adakan di tengah malam suntuk lalu biasanya bahasa yang di gunakan adalah bahasa jawa yang tentunya tidak setiap orang bisa mengerti. 
Lalu ada faktor bahwa menyaksikan pagelaran wayang kulit adalah kampungan atau kolot hal ini tidak bisa dipungkiri lagi karena para generasi muda khususnya lebih memilih hiburan yang bersifat modern seperti konser music, standup comedy, bioskop dll.

Solusinya menurut saya adalah:
Masyarakat seharusnya lebih menghargai seni tradisional lokal tidak hanya wayang kulit melainkan semua kesenian tradisional Indonesia agar kesenian tradisional kitatidak hilang atu di akui oleh bangsa lain. Pemerintah juga harus ikut campur dalam urusan pemeliharaan dan pelestarian kesenian tradisional kita misalnya memasukan kesenian tradisional ke dalam kurikulum pendidikan nasional seperti pewayangan, tari tarian tradisional, theater tradisonal dll. 
Dengan adanya kurikulum berlandaskan seni tradisional di harapkan para generasi muda dapat lebih mengenal budaya Indonesia lebih lanjut. 
Dan pemerintah juga harus memfasilitasi kesenian tradisional seperti mengadakan pertunjukan atau pameran kesenian tradisional selain kesenian tradisional kita dapat lestari hal itu juga dapat membawa nama baik Indonesia ke dunia internasional melalui keseniaan  tradisionalnya dan tentunya akan mendatangkan keuntungan lainnya berupa kunjungan para wisatawan dan dapat meningkatkan perekonomian warga.
Mungkin sekian dari saya mohon maaf bila ada kesalahan


TERIMAKASIH


Refrensi: http://cahcepu.com/blog/wayangkulit/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar